Jika sering mencoba-coba aplikasi gratisan, pasti Anda pernah mengalami aplikasi yang masih tercantum di daftar Add or Remove Programs padahal Anda sudah menghapusnya dari sistem. Nah, daripada bersusah-payah menginstal aplikasi lain untuk membersihkannya, bersihkan saja sendiri lewat Registry Editor.
Caranya sangat mudah.
1. Buka jendela Registry Editor, lalu cari lokasi “HKEY_LOCAL_MACHINE-SOFTWARE-Microsoft-Windows-CurrentVersion-Uninstall”. Direktori ini menyimpan semua nama aplikasi di jendela Add or Remove Programs yang disimpan dalam bentuk direktori.
2. Cari nama aplikasi yang ingin dihapus. Setelah ketemu, klik direktorinya, lalu pilih “Delete” dari menu bar “Edit”.
Anda juga bisa cara lainnya.
1. Klik kanan direktori tersebut.
2. setelah menu konteks tampil, pilih “Delete”.
3. Sebelum menutup jendela Registri Editor, tekan tombol “F5” di keyboard untuk memperbaharui isi registri.
4. Tanpa harus me-restart Windows, buka jendela Add or Remove Programs, lalu cari nama aplikasi yang semula sulit untuk dihapus. Pasti saat ini sudah lenyap.
sumber: PCplus
Rabu, 24 Februari 2010
Senin, 08 Februari 2010
Cara Mudah Mengosongkan Recycle Bin
Recycle Bin adalah “tong sampah” berisi file-file sementara yang telah dihapus. Tong sampah ini sudah ada sejak Windows 95 sampai Windows 7.
Untuk mengosongkan “tempat sampah” ini, biasanya Anda mesti mengklik-kanan ikon Recycle Bin dan memilih “Empty Recycle Bin”. Jika cara ini terasa ribet, cobalah trik berikut.
1. Buka Registry Editor dengan cara mengklik “Start”, lalu ketik “regedit”.
2. Klik “HKEY_CLASSES_ROOT-*-Shellex-ContextMenuHandlers”.
3. Klik-kanan key “ContextMenuHandlers”, lalu pilih “New > Key” di menu yang muncul.
4. Ganti nama key yang baru dengan “{645FF040-5081-101B-9F08-00AA002F954E}”.
5. Tutup Registry Editor.
6. Sekarang, klik kanan di sembarang file. Sebuah sub menu baru Empty Recycle Bin akan muncul. Klik saja menu itu untuk membersihkan tong sampah ke tempat pembuangan akhir.
Simber: PCPlus
Untuk mengosongkan “tempat sampah” ini, biasanya Anda mesti mengklik-kanan ikon Recycle Bin dan memilih “Empty Recycle Bin”. Jika cara ini terasa ribet, cobalah trik berikut.
1. Buka Registry Editor dengan cara mengklik “Start”, lalu ketik “regedit”.
2. Klik “HKEY_CLASSES_ROOT-*-Shellex-ContextMenuHandlers”.
3. Klik-kanan key “ContextMenuHandlers”, lalu pilih “New > Key” di menu yang muncul.
4. Ganti nama key yang baru dengan “{645FF040-5081-101B-9F08-00AA002F954E}”.
5. Tutup Registry Editor.
6. Sekarang, klik kanan di sembarang file. Sebuah sub menu baru Empty Recycle Bin akan muncul. Klik saja menu itu untuk membersihkan tong sampah ke tempat pembuangan akhir.
Simber: PCPlus
Senin, 04 Januari 2010
Windows Cepat tanpa Auto Chek
Di Windows, kalau komputer tiba-tiba mati karena sengaja di-reset atau gara-gara listrik padam, akan dilakukan pemeriksaan disk secara otomatis untuk memastikan tidak terjadi error. Akibatnya, usai insiden “mati tiba-tiba” ini, start Windows akan berjalan lebih lama.
Nah, supaya Windows tidak melakukan pemeriksaan hard disk, lakukan trik berikut.
1. Buka Windows Explorer, masuk ke folder Windows, lalu ketikkan “Autochk.exe” di kolom pencarian. File tersebut bakal ditemukan di folder -WINDOWS-system32.
2. Pilih file tersebut dan tekan “F2”. Selanjutnya, ubah namanya menjadi “Autochk.exe.old”. Klik “Yes” pada kotak konfirmasi yang muncul.
Sumber PCPlus
Nah, supaya Windows tidak melakukan pemeriksaan hard disk, lakukan trik berikut.
1. Buka Windows Explorer, masuk ke folder Windows, lalu ketikkan “Autochk.exe” di kolom pencarian. File tersebut bakal ditemukan di folder -WINDOWS-system32.
2. Pilih file tersebut dan tekan “F2”. Selanjutnya, ubah namanya menjadi “Autochk.exe.old”. Klik “Yes” pada kotak konfirmasi yang muncul.
Sumber PCPlus
Kamis, 24 Desember 2009
Restart Windows Lebih Cepat
Virtual Memory, atau yang lebih dikenal dengan nama swap file, merupakan memori bohong-bohongan yang terletak di dalam hard disk. Pada dasarnya, Virtual Memory berguna jika RAM yang terdapat di sistem sudah tidak mencukupi sehingga dipakailah ruang hard disk sebagai tempat penyimpanan sementara. Karena itu, tidak mengherankan jika ukuran Virtual Memory bisa disetel sampai 2 kalinya RAM sistem.
Tapi tahukah Anda, besar-kecilnya Virtual Memory dapat mempengaruhi kecepatan shutdown atau reboot Windows. Semakin besar Virtual Memory, semakin lama pula Windows melakukan reboot atau shutdown.
Begini solusi untuk mengatasinya.
1. Klik menu “Start”, lalu ketik “Local Security Policy”.
2. Atau coba ketikkan “secpol.msc” di menu Start. Lihat kolom kiri, lalu pilih “Security Settings > Local Policies > Security Options > Shutdown : Clear virtual memory pagefile”. Set value-nya menjadi “Disabled”.
Anda memiliki RAM sistem yang besar? Anda dapat pula menyetel supaya Windows berjalan tanpa Virtual Memory dengan cara ini.
1. Klik kanan “Computer > Properties”. Pilih “Advanced system settings”.
2. Klik “Settings” pada bagian Performance. Pada window “Performance Options”, klik tab “Advanced”.
3. Di bagian “Virtual memory”, klik “Change”. Di situ Anda dapat melihat di kandar mana XP menaruh Virtual Memory.
4. Untuk men-disable penggunaan Virtual Memory, pilih kandar di mana XP menaruh Virtual Memory (pagefile.sys), lalu klik “No Paging File”, dilanjutkan dengan mengklik “Set”. Setelah itu, reboot komputer Anda.
Virtual Memory ini bisa dibilang bagai buah simalakama. Misalnya, jika Anda ingin mempercepat shutdown atau reboot dengan men-disable fitur “Shutdown : Clear virtual memory pagefile” pada “Local Security Policy”, sistem Anda jadi kurang aman karena cracker bisa saja “melihat-lihat” isinya. Sebaliknya, bila Anda tidak memakai Virtual Memory, bisa-bisa sistem Anda menjadi kurang stabil.
Sebagai jalan tengah, bagi Anda yang memiliki RAM sistem berukuran besar, ada baiknya menggunakan sedikit Virtual Memory. Sebagai contoh, bila Anda memiliki 1GB RAM, Anda bisa memakai Virtual Memory sebesar 256MB atau 128MB dengan tetap menyetel “Shutdown : Clear virtual memory pagefile” menjadi “Enabled”. Besar-kecilnya Virtual Memory dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan ruang hard disk.
Sumber PCPlus
Tapi tahukah Anda, besar-kecilnya Virtual Memory dapat mempengaruhi kecepatan shutdown atau reboot Windows. Semakin besar Virtual Memory, semakin lama pula Windows melakukan reboot atau shutdown.
Begini solusi untuk mengatasinya.
1. Klik menu “Start”, lalu ketik “Local Security Policy”.
2. Atau coba ketikkan “secpol.msc” di menu Start. Lihat kolom kiri, lalu pilih “Security Settings > Local Policies > Security Options > Shutdown : Clear virtual memory pagefile”. Set value-nya menjadi “Disabled”.
Anda memiliki RAM sistem yang besar? Anda dapat pula menyetel supaya Windows berjalan tanpa Virtual Memory dengan cara ini.
1. Klik kanan “Computer > Properties”. Pilih “Advanced system settings”.
2. Klik “Settings” pada bagian Performance. Pada window “Performance Options”, klik tab “Advanced”.
3. Di bagian “Virtual memory”, klik “Change”. Di situ Anda dapat melihat di kandar mana XP menaruh Virtual Memory.
4. Untuk men-disable penggunaan Virtual Memory, pilih kandar di mana XP menaruh Virtual Memory (pagefile.sys), lalu klik “No Paging File”, dilanjutkan dengan mengklik “Set”. Setelah itu, reboot komputer Anda.
Virtual Memory ini bisa dibilang bagai buah simalakama. Misalnya, jika Anda ingin mempercepat shutdown atau reboot dengan men-disable fitur “Shutdown : Clear virtual memory pagefile” pada “Local Security Policy”, sistem Anda jadi kurang aman karena cracker bisa saja “melihat-lihat” isinya. Sebaliknya, bila Anda tidak memakai Virtual Memory, bisa-bisa sistem Anda menjadi kurang stabil.
Sebagai jalan tengah, bagi Anda yang memiliki RAM sistem berukuran besar, ada baiknya menggunakan sedikit Virtual Memory. Sebagai contoh, bila Anda memiliki 1GB RAM, Anda bisa memakai Virtual Memory sebesar 256MB atau 128MB dengan tetap menyetel “Shutdown : Clear virtual memory pagefile” menjadi “Enabled”. Besar-kecilnya Virtual Memory dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan ruang hard disk.
Sumber PCPlus
Rabu, 16 Desember 2009
Mengatur Fokus Jendela
Saat ber-multitasking, pernahkah Anda melihat flash di taskbar? Itu lho, yang biasanya berkedip dengan warna oranye. Warna itu akan menghilang kalau kita mengkliknya.
Kedipan di taskbar ini ada artinya. Taskbar akan berkedip jika ada program di background yang di-update. Hasil dari update ini biasanya tidak dapat terlihat langsung oleh pengguna karena tertutup oleh jendela lainnya. Oleh sebab itu, dimanfaatkanlah flash untuk memberitahu pengguna bahwa ada program yang di-update di belakang layar.
Jika jumlah kedipan yang muncul Anda anggap kurang menyolok, coba lakukan langkah ini.
1. Jalankan Registry Editor dengan mengklik “Start”, lalu ketik “regedt32.exe”.
2. Masuklah ke sub key “HKEY_CURRENT_USER-Control Panel-Desktop”.
3. Klik ganda “DWORD value ForegroundFlashCount”, kemudian ubah nilainya sesuai keinginan Anda. Nilai ini nantinya akan mempengaruhi seberapa banyak kedipan di taskbar yang akan muncul. Isikan nilai 0 jika Anda ingin supaya taskbar terus berkedip hingga ada yang mengkliknya.
Sebaliknya, jika kedipan ini terasa mengganggu, Anda dapat mengatur supaya jendela yang seharusnya dilambangkan dengan kedipan di taskbar langsung berubah menjadi fokus. Begini triknya.
1. Jalankan Registry Editor, kemudian masuklah ke sub key “HKEY_CURRENT_USER-Control Panel-Desktop)”.
2. Cari dan klik ganda DWORD value ForegroundLockTimeout.
3. Ubah nilai DWORD value tersebut menjadi nilai 0.
4. Tutup Registry Editor, lalu restart komputer.
Jika suatu saat Anda ingin mengembalikan perubahan yang telah Anda lakukan ini, ubahlah nilai “ForegroundFlashCount” menjadi 3 dan nilai “ForegroundLockTimeout” menjadi 200000.
Sumber: PCplus
Kedipan di taskbar ini ada artinya. Taskbar akan berkedip jika ada program di background yang di-update. Hasil dari update ini biasanya tidak dapat terlihat langsung oleh pengguna karena tertutup oleh jendela lainnya. Oleh sebab itu, dimanfaatkanlah flash untuk memberitahu pengguna bahwa ada program yang di-update di belakang layar.
Jika jumlah kedipan yang muncul Anda anggap kurang menyolok, coba lakukan langkah ini.
1. Jalankan Registry Editor dengan mengklik “Start”, lalu ketik “regedt32.exe”.
2. Masuklah ke sub key “HKEY_CURRENT_USER-Control Panel-Desktop”.
3. Klik ganda “DWORD value ForegroundFlashCount”, kemudian ubah nilainya sesuai keinginan Anda. Nilai ini nantinya akan mempengaruhi seberapa banyak kedipan di taskbar yang akan muncul. Isikan nilai 0 jika Anda ingin supaya taskbar terus berkedip hingga ada yang mengkliknya.
Sebaliknya, jika kedipan ini terasa mengganggu, Anda dapat mengatur supaya jendela yang seharusnya dilambangkan dengan kedipan di taskbar langsung berubah menjadi fokus. Begini triknya.
1. Jalankan Registry Editor, kemudian masuklah ke sub key “HKEY_CURRENT_USER-Control Panel-Desktop)”.
2. Cari dan klik ganda DWORD value ForegroundLockTimeout.
3. Ubah nilai DWORD value tersebut menjadi nilai 0.
4. Tutup Registry Editor, lalu restart komputer.
Jika suatu saat Anda ingin mengembalikan perubahan yang telah Anda lakukan ini, ubahlah nilai “ForegroundFlashCount” menjadi 3 dan nilai “ForegroundLockTimeout” menjadi 200000.
Sumber: PCplus
Selasa, 27 Oktober 2009
Mikrokontroller AT89S52
Mikrokontroller tipe Atmel AT89S52 termasuk kedalam keluarga MCS51 merupakan suatu mikrokomputer CMOS 8-bit dengan daya rendah, kemampuan tinggi, memiliki 8K byte Flash Programable and Erasable Read Only Memory (PEROM). Perangkat ini dibuat menggunakan teknologi memori nonvolatile (tidak kehilangan data bila kehilangan daya listrik). Set instruksi dan kaki keluaran AT89S52 sesuai dengan standar industri 80C51 dan 80C52. Atmel AT89S52 adalah mikrokomputer yang sangat bagus dan fleksibel dengan harga yang rendah untuk banyak aplikasi sistem kendali. 1. Fasilitas Mikrokontroller AT89S52. Fasilitas yang terdapat dalam AT89S52 antara lain: a Sesuai dengan produk-produk MCS-51. b Terdapat memori flash yang terintegrasi dalam sistem. Dapat ditulis ulang hingga 1000 kali. c Beroperasi pada frekuensi 0 sampai 24MHz. d Tiga tingkat kunci memori program. e Memiliki 256 x 8 bit RAM internal. f Terdapat 32 jalur masukan/keluaran terprogram. g Tiga pewaktu/pencacah 6-bit (untuk 52) & dua pewaktu/pencacah 16-bit (untuk51) h Delapan sumber interupsi(untuk 52) & 6 untuk 51 i Kanal serial terprogram. j Mode daya rendah dan mode daya mati. 2. Konfigurasi Mikrokontroller AT89S52. Mikrokontroller keluarga MCS 51 memiliki port-port yang lebih banyak (40 port I/O) dengan fungsi yang bisa saling menggantikan sehingga mikrokontroller jenis ini menjadi sangat digemari karena hanya dalam sebuah chip sudah bisa mengkafer untuk banyak kebutuhan. Konfigurasi dan Deskripsi kaki-kaki mikrokomputer AT89x5x adalah sebagai berikut:
Konfigurasi Kaki Mikrokomputer AT89S52. Port 0 Port 0 adalah port dua arah masukan/keluaran 8-bit saluran terbuka. Sebagai port keluaran, tiap kaki dapat menerima masukan TTL. Ketika logika 1 dimasukkan ke kaki-kaki port 0, kaki-kaki dapat digunakan sebagai masukan impedansi tinggi. Port 0 juga dapat diatur sebagai bus alamat/data saat mengakses program dan data dari memori luar. Pada mode ini port 0 memiliki pull-up internal. Port 0 juga menerima byte-byte kode saat pemprograman Flash dan mengeluarkan byte kode saat verifikasi. Pull-up eksternal diperlukan saat memverifikasi program. Port 1 Port 1 adalah port dua arah masukan/keluaran 8-bit dengan pull-up internal. Sebagai tambahan, P1.0 dan P1.1 dapat diatur sebagai pewaktu/ pencacah-2 eksternal masukan pencacah (P1.0/T2) dan pewaktu/pencacah-2 masukan pemicu (P1.1/T2EX). Port 1 juga menerima byte-byte alamat saat pemrograman dan verifikasi flash. Port 2 Port 2 adalah port masukan/keluaran dua arah 8-bit dengan internal pull-up. Port 2 juga menerima bit-bit alamat dan beberapa sinyal kendali saat pemrograman dan verifikasi flash. Port 3 Port 3 adalah port masukan/keluaran dua arah 8-bit dengan internal pull-up. Port 3 juga menyediakan fasilitas berbagai fungsi khusus dari AT89C51. Port 2 juga menerima beberapa sinyal kendali saat pemrograman dan verifikasi flash. RST Masukan reset. Masukan tinggi pada kaki ini selama dua siklus instruksi mesin akan me-reset perangkat. ALE/ PROG Address Latch Enable (ALE) adalah pulsa keluaran untuk mengunci bit rendah dari alamat saat mengakses memori eksternal. Kaki ini juga digunakan sebagai masukan pulsa ( PROG ) saat pemprograman Flash. Pada operasi biasa, ALE mengeluarkan rata-rata 1/6 kali frekuensi osilator dan mungkin digunakan sebagai pewaktu atau denyut. Catatan, satu pulsa ALE diabaikan saat setiap pengaksesan data memori eksternal. Jika diinginkan, operasi ALE dapat di-disable dengan menseting bit 0 dari SFR pada lokasi 8EH. Dengan bit yang diset, ALE aktif hanya saat menjalankan perintah MOVX dan MOVC. Selain itu, kaki ini dapat juga di-pull tinggi. Setting bit ALE-disable tidak berpengaruh jika mikrokomputer pada mode eksekusi eksternal. _ PSEN Program Store Enable (PSEN) adalah strobe pembacaan program pada memori eksternal. Ketika AT89C52 melakukan eksekusi program dari memori eksternal, PSEN diaktifkan dua kali setiap siklus instruksi mesin, kecuali bahwa dua aktifasi PSEN diabaikan setiap mengakses data memori eksternal. EA / Vpp External Access Enable. EA harus dihubungkan ke GND supaya memfungsikan perangkat untuk mengambil kode program dari lokasi memori eksternal dimulai dari 0000H hingga FFFFH. Catatan, jika lock-bit diprogram, EA akan dikunci secara internal pada saat reset. EA harus dihubungkan dengan Vcc untuk eksekusi program internal. Kaki ini juga menerima tegangan yang memungkinkan pemrograman 12 Volt saat memprogram flash bila pemrograman 12 Volt dipilih. XTAL1 Masukan inverting (pembalikan) penguat osilator dan masukan untuk operasi rangkaian denyut internal. XTAL2 Keluaran dari inverting (pembalikan) penguat osilator.
Download artikelnya disini
Dan contoh programnya disini
Download artikelnya disini
Dan contoh programnya disini
Jumat, 23 Oktober 2009
Menteri Kabinet Indonesia Bersatu part II 2009-2014
Menteri Kabinet Indonesia Bersatu part II 2009-2014
Di Lantik Kamis, 22 oktober 2009
MENTERI KOORDINATOR
1. Menko Politik Hukum dan Keamanan : Marsekal (Purn) Djoko Suyanto
2. Menko Perekonomian : Hatta Rajasa
3. Menko Kesra : R Agung Laksono
4. Sekretaris Negara : Sudi Silalahi
MENTERI DEPARTEMEN
1. Menteri Dalam Negeri : Gamawan Fauzi
2. Menteri Luar Negeri : Marty Natalegawa
3. Menteri Pertahanan : Purnomo Yusgiantoro
4. Menteri Hukum dan HAM : Patrialis Akbar
5. Menteri Keuangan : Sri Mulyani
6. Menteri ESDM: Darwin Saleh
7. Menteri Perindustrian : MS Hidayat
8. Menteri Perdagangan : Mari E. Pangestu
9. Menteri Pertanian : Suswono
10. Menteri Kehutanan : Zulkifli Hasan
11. Menteri Perhubungan : Freddy Numberi
12. Menteri Kelautan dan Perikanan : Fadel Muhammad
13. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi : Muhaimin Iskandar
14. Menteri Pekerjaan Umum : Djoko Kirmanto
15. Menteri Kesehatan : Endang Rahayu Setianingsih
16. Menteri Pendidikan Nasional : Mohammad Nuh
17. Menteri Sosial : Salim Segaf Al Jufri
18. Menteri Agama : Suryadharma Ali
19. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata : Jero Wacik
20. Menteri Komunikasi dan Informasi : Tifatul Sembiring
MENTERI NEGARA
1. Menteri Riset dan Teknologi : Suharna Suryapranata
2. Menteri Koperasi dan UKM : Syarifudin Hasan
3. Menteri Lingkungan Hidup : Gusti Muhammad Hatta
4. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Linda Amalia Sari
5. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara : E.E Mangindaan
6. Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal : Ahmad Helmy Faishal Zaini
7. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional : Armida Alisjahbana
8. Menteri BUMN : Mustafa Abubakar
9. Menteri Pemuda dan Olahraga : Andi Alfian Mallarangeng
10. Menteri Perumahan Rakyat : Suharso Manoarfa
PEJABAT SETINGKAT MENTERI
1. Kepala BIN: Jenderal (Purn) Sutanto
2. Kepala BKPM: Gita Wirjawan
3. Ketua Unit Kerja Presiden Pengawasan Pengedalian Pembangunan: Kuntoro Mangkusubroto
Di Lantik Kamis, 22 oktober 2009
MENTERI KOORDINATOR
1. Menko Politik Hukum dan Keamanan : Marsekal (Purn) Djoko Suyanto
2. Menko Perekonomian : Hatta Rajasa
3. Menko Kesra : R Agung Laksono
4. Sekretaris Negara : Sudi Silalahi
MENTERI DEPARTEMEN
1. Menteri Dalam Negeri : Gamawan Fauzi
2. Menteri Luar Negeri : Marty Natalegawa
3. Menteri Pertahanan : Purnomo Yusgiantoro
4. Menteri Hukum dan HAM : Patrialis Akbar
5. Menteri Keuangan : Sri Mulyani
6. Menteri ESDM: Darwin Saleh
7. Menteri Perindustrian : MS Hidayat
8. Menteri Perdagangan : Mari E. Pangestu
9. Menteri Pertanian : Suswono
10. Menteri Kehutanan : Zulkifli Hasan
11. Menteri Perhubungan : Freddy Numberi
12. Menteri Kelautan dan Perikanan : Fadel Muhammad
13. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi : Muhaimin Iskandar
14. Menteri Pekerjaan Umum : Djoko Kirmanto
15. Menteri Kesehatan : Endang Rahayu Setianingsih
16. Menteri Pendidikan Nasional : Mohammad Nuh
17. Menteri Sosial : Salim Segaf Al Jufri
18. Menteri Agama : Suryadharma Ali
19. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata : Jero Wacik
20. Menteri Komunikasi dan Informasi : Tifatul Sembiring
MENTERI NEGARA
1. Menteri Riset dan Teknologi : Suharna Suryapranata
2. Menteri Koperasi dan UKM : Syarifudin Hasan
3. Menteri Lingkungan Hidup : Gusti Muhammad Hatta
4. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Linda Amalia Sari
5. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara : E.E Mangindaan
6. Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal : Ahmad Helmy Faishal Zaini
7. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional : Armida Alisjahbana
8. Menteri BUMN : Mustafa Abubakar
9. Menteri Pemuda dan Olahraga : Andi Alfian Mallarangeng
10. Menteri Perumahan Rakyat : Suharso Manoarfa
PEJABAT SETINGKAT MENTERI
1. Kepala BIN: Jenderal (Purn) Sutanto
2. Kepala BKPM: Gita Wirjawan
3. Ketua Unit Kerja Presiden Pengawasan Pengedalian Pembangunan: Kuntoro Mangkusubroto
Langganan:
Postingan (Atom)